Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Saturday, 12 January 2013

Banjir Disebabkan karena Ulah Manusia itu Sendiri


MERAUKE – Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka MT menilai banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Merauke, Rabu (9/1) kemarin, salah satunya diakibatkan oleh kelalaian dari masyarakat sendiri. Kelalaian tersebut menurut Bupati yakni, masyarakat semakin giat membangun rumah di kawasan yang seharusnya dilarang keras untuk melakukan aktifitas pembangunan. Padahal, Pemerintah tidak pernah mengeluarkan izin membangun ruang di kawasan yang dimaksud tersebut.
“Kawasan yang kami kategorikan tidak boleh membangun ini, seperti kawasan resapan atau daerah resapan. Tetapi disini hampir seluruh masyarakat semaunya membangun rumah di daerah itu,” ungkap Bupati kepada wartawan, kemarin.
Masih dikatakan Bupati, alasan lainnya yang menyebabkan banjir ini karena tidak sedikit masyarakat di kota terkesan apatis dengan lingkungan tempat mereka tinggal. Bupati menyebutkan, dimana masyarakat kurang partisipasi dalam membersihkan sampah-sampah yang kerap berserakan di lingkungannya.
“Ini sampah berserakan dimana-mana sehingga dampaknya membuat jaringan drainase/jaringan pengaman banjir menjadi tidak terpelihara,” ucapnya.
Beralih ke masalah pembangunan pintu air  kini dalam proses rehabilitasi, orang nomor satu di Merauke ini mengakui, memang proyek tersebut mengalami keterlambatan. Karena itu, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, pintu air yang seharusnya memiliki fungsi menahan keluar masuknya air tidak bisa memerankan fungsinya dengan baik.
“Karena sampai dengan hari ini proyeknya belum selesai 100 persen dan hal ini membuat air khusus untuk daerah kota tidak bisa mengalir ke luar. Ini yang akhirnya membuat terjadi banjir atau genangan di sejumlah kawasan yang notabene daerah itu adalah daerah genangan,” paparnya.
Lebih jelas tambah Bupati, daerah yang bukan genangan justru selamat dari banjir tersebut. Dan daerah yang selalu menjadi daerah genangan yang diantisipasi dengan jaringan air bisa terjadi banjir lantaran drainasenya tidak terpelihara dengan baik.
Sebagai upaya tanggap dari aksi banjir di sejumlah kawasan ini, Pemerintah Kabupaten Merauke pun mengambil tindakan untuk menata kembali pintu air di Transito yang kini masih tahap pengerjaan.
“Ini akan kita tata kembali agar lalu lintas air masuk dan keluar jadi terpelihara dengan baik,” janjinya.
Selanjutnya Bupati mengimbau kepada masyarakat di kota khususnya, bahwa rumah-rumah yang ada di bantaran drainase kota dengan sadar diri harus dibongkar. Warga yang bermukim diminta segera keluar, misalnya mereka yang ada di drainase pinggiran, dimana seyogyanya drainase itu dipelihara dengan baik.
“ Karena secara tidak sadar ada yang membuang sampah di dalam drainase itu. Nah sekarang ketika sudah terjadi banjir baru kita semua berteriak, padahal ini ulah kita sendiri. Saya juga berharap dana RT yang sudah diberikan pemerintah itu menjadi stimulan untuk setiap warganya memelihara lingkungan dengan baik. Kedepannya jaringan drainase akan kita tata dengan baik,” tandasnya. (lea/achi/lo1)
Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Banjir Disebabkan karena Ulah Manusia itu Sendiri ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Saturday, 12 January 2013. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.

0 comments:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.